Banyuwangi — Fakultas Ushuluddin Cordoba Islamic University of Banyuwangi resmi merilis Journal of Islamic Thought and Contemporary Studies (JITCS) Vol. 1 No. 2, November 2025. Penerbitan edisi kedua ini menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat tradisi akademik yang kritis, progresif, dan relevan dengan dinamika keilmuan Islam kontemporer. Kehadiran jurnal ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang diskursus ilmiah yang menghubungkan antara warisan intelektual Islam dan tantangan intelektual masa kini.
Edisi terbaru ini memuat lima artikel ilmiah yang mengangkat isu-isu strategis dalam kajian Al-Qur’an dan pemikiran keislaman. Mulai dari kritik terhadap perspektif orientalis dalam studi Qur’ani, penguatan etika konsumsi berbasis Al-Qur’an sebagai fondasi pemikiran ekologis modern, hingga pembahasan hermeneutika dalam karya Aisha Abdurrahman dan Nasr Hamid Abu Zayd. Variasi penelitian ini menunjukkan keragaman pendekatan metodologis yang menjadi karakter JITCS sebagai jurnal yang inklusif secara wacana.
Selain itu, edisi ini juga menampilkan artikel linguistik yang mengkaji variasi makna huruf jar “min” dalam Al-Qur’an serta penerapannya dalam terjemahan berbahasa Palembang. Studi ini menegaskan pentingnya ketelitian semantik dalam proses penerjemahan teks suci. Pada saat yang sama, isu kesetaraan gender turut mendapat perhatian melalui artikel yang membedah bias gender dan kritik tafsir feminis terhadap konten keagamaan digital di platform YouTube, khususnya kanal @gurugembul.
Secara keseluruhan, JITCS Vol. 1 No. 2 hadir sebagai kontribusi ilmiah yang memperluas horizon pemikiran Islam melalui analisis yang tajam, metodologis, dan kontekstual.
Fakultas Ushuluddin berharap publikasi ini dapat menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang tertarik pada studi Islam kontemporer, sekaligus memperkuat peran universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai dan tradisi keilmuan Islam.
Edisi terbaru ini memuat lima artikel ilmiah yang mengangkat isu-isu strategis dalam kajian Al-Qur’an dan pemikiran keislaman. Mulai dari kritik terhadap perspektif orientalis dalam studi Qur’ani, penguatan etika konsumsi berbasis Al-Qur’an sebagai fondasi pemikiran ekologis modern, hingga pembahasan hermeneutika dalam karya Aisha Abdurrahman dan Nasr Hamid Abu Zayd. Variasi penelitian ini menunjukkan keragaman pendekatan metodologis yang menjadi karakter JITCS sebagai jurnal yang inklusif secara wacana.
Selain itu, edisi ini juga menampilkan artikel linguistik yang mengkaji variasi makna huruf jar “min” dalam Al-Qur’an serta penerapannya dalam terjemahan berbahasa Palembang. Studi ini menegaskan pentingnya ketelitian semantik dalam proses penerjemahan teks suci. Pada saat yang sama, isu kesetaraan gender turut mendapat perhatian melalui artikel yang membedah bias gender dan kritik tafsir feminis terhadap konten keagamaan digital di platform YouTube, khususnya kanal @gurugembul.
Secara keseluruhan, JITCS Vol. 1 No. 2 hadir sebagai kontribusi ilmiah yang memperluas horizon pemikiran Islam melalui analisis yang tajam, metodologis, dan kontekstual.
Fakultas Ushuluddin berharap publikasi ini dapat menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang tertarik pada studi Islam kontemporer, sekaligus memperkuat peran universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai dan tradisi keilmuan Islam.
