Banyuwangi — Dalam rangka memperingati Hari Santri, Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi menyelenggarakan Seminar bertajuk “Sosiologi dalam Perspektif Al-Qur’an”. Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik untuk mempertemukan kajian Al-Qur’an dengan realitas sosial, sekaligus memperkuat tradisi intelektual santri dan mahasiswa dalam membaca fenomena masyarakat secara kritis dan kontekstual.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Abdur Rohman, M.Ud., dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Moh. Nurun Alan Nurin, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Cordoba Banyuwangi. Kehadiran Moh. Nurun Alan Nurin menegaskan peran strategis dosen Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UI Cordoba dalam pengembangan kajian Al-Qur’an yang responsif terhadap persoalan sosial kontemporer.
Sebagai dosen IAT, Moh. Nurun Alan Nurin dikenal aktif mengembangkan pendekatan tafsir kontekstual dengan memadukan analisis teks Al-Qur’an dan realitas sosial. Dalam seminar ini, ia menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dapat dibaca sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai sumber nilai untuk memahami dan merespons dinamika sosial, termasuk relasi sosial, perubahan budaya, dan tantangan masyarakat modern. Pendekatan ini mencerminkan keunggulan akademik Prodi IAT UI Cordoba yang berorientasi pada integrasi keilmuan dan kebermanfaatan sosial.
Kegiatan seminar dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi. Peserta yang hadir berasal dari kalangan santri, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki minat pada kajian Al-Qur’an, sosiologi, serta isu-isu keislaman kontemporer.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap seminar tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring intelektual antara pesantren dan perguruan tinggi. Seminar ini sekaligus menegaskan komitmen dosen-dosen Prodi IAT UI Cordoba dalam berkontribusi aktif di ruang publik akademik dan sosial, sejalan dengan semangat Hari Santri untuk menghadirkan Islam yang berilmu, kontekstual, dan membumi.
